E-learning adalah pembelajaran jarak jauh atau disebut dengan distance learning yang memanfaatkan teknologi informasi yaitu dengan menggunakan media intranet atau internet. Media intranet digunakan jika memang dalam penerapannya lembaga atau suatu kelompok belajar yang akan menerapkan e-learning belum terkoneksi ke internet, sehingga pembelajaran masih harus dilakukan di jaringan intranet/local, namun jika e-learning diterapkan pada internet tentunya proses pembelajaran bisa dillakukan tanpa terpengaruh jarak dan waktu. Bapak Karsono salah satu guru di SMP Negeri 1 Karanganyar mencoba menggunakan e-learning dalam proses pembelajarannya. Saat ini beliau memberikan materi-materi yang telah beliau berikan di kelas juga beliau sediakan dalam bentuk digital di e-learning, sehingga materi pembelajaran bisa diakses ataupun didownload siswa tanpa harus memintanya kepada guru yang bersangkutan, disini seorang guru dituntut untuk rajin membuat materi dalam bentuk digital agar bisa diakses siswa. Dari contoh implementasi e-learning yang diterapkan beliau Bapak Karsono, ada baiknya kita ketahui apa saja kelebihan e-learning dan apa kelemahannya ? Kelebihan e-learning adalah: 1. Mampu Mengurangi Biaya Pembelajaran E-learning jelas mampu mengurangi biaya pembelajaran dikarenakan e-learning tidak membutuhkan tempat khusus atau kelas untuk pembelajaran, karena kelas dibentuk di dunia maya, kedua tidak membutuhkan biaya transportasi untuk bertemu dengan guru, untuk mengambil materi, dan lain sebagainya. Pengelolaan e-learning yang baik akan mampu mengurangi biaya pembelajaran, namun jika tidak dikelola dengan baik justru bisa menambah beban biaya pembelajaran; 2. Fleksibilitas Waktu E-learning jelas memberikan fleksibilitas waktu bagi penggunanya. Proses pembelajaran bisa dilakukan pagi, siang, malam tidak menjadi masalah. Jika guru telah memberikan materi di e-learning tentu kapan saja bisa diakses; 3. Fleksibilitas Tempat E-learning juga memberikan fleksibilitas tempat, baik guru atau siswa bisa memberi materi atau mengambil materi di e-learning tanpa harus berada di ruang kelas, asalkan guru atau siswa terhubung dengan internet dimana saja proses pembelajaran bisa dilaksanakan; 4. Fleksibilitas Kecepatan Pembelajaran Jika guru telah siap dan telah menaikan materi pembelajaran yang telah dibuat digital, maka siswa bisa fleksibel dalam proses belajar, siswa yang cepat bisa atau cepat memahami materi bisa langsung mengunduh materi berikutnya untuk dipelajari sedangkan yang memang lambat dalam memahami materi yang diberikan siswa bisa mempelajari ulang; 5. Standarisasi Pengajaran Pelajaran e-learning selalu memiliki kualitas sama dalam setiap proses pembelajaran. Walau diakses berkali-kali e-learning tidak membedakan atas kemampuan dan metode pengajaran dan tidak tergantung suasana hati gurunya; 6. Efektifitas Pengajaran Penyampaian pelajaran e-learning dapat berupa simulasi dan kasus-kasus, menggunakan bentuk permainan dan menerapkan teknologi animasi canggih. Bentuk-bentuk pembelajaran tersebut dapat membantu proses pembelajaran dan mempertahankan minat belajar. Selain itu untuk mengukur sejauh mana kesuksesan e-learning, dalam e-learning juga disediakan layanan untuk proses evaluasi, berisi bank soal dan ujian online yang mendukung proses evaluasi. Tidak jauh beda dengan proses manual, namun e-learning memberikan akurasi data dan validasi data yang cepat dan tepat; 7. Kecepatan Distribusi Setiap materi yang diberikan dapat dengan mudah diambil atau diakses oleh siswa. Jika terjadi perubahan terdapat materi ataupun jadwal pembelajaran maka guru tidak perlu menghubungi siswanya satu-persatu untuk memberikan informasimasi mengenai perubahan materi ataupun jadwal ujian dan lain sebagainya; 8. Keterdesiaan on-demand Jika semua materi telah tersedia, maka kapanpun anda butuhkan maka e-learning siap untuk diakses kapan saja. 9. Otomatisasi proses administrasi Guru yang memiliki akses ke e-learning dapat setiap saat mencetak sendiri laporan dengan otomatis untuk memonitor kemajuan belajar siswanya, tanpa harus menunggu administrator, bahkan saat ini untuk membuat analisis ketuntasan belajar seorang guru hanya tinggal klik saja maka analisis ketuntasannya akan keluar dan sudah jadi. Tinggal disesuaikan dengan format dan kebutuhan seorang guru. Sedangkan kelemahan dalam e-learning yaitu : 1. Perlu biaya investasi Bagaimanapun juga minimal dalam pembuatan e-learning pasti membutuhkan biaya, apalagi dalam implementasinya nanti. 2. Infrastuktur Untuk menerapkan e-learning maka harus memiliki infrastruktur yang siap, minimal koneksi internet. 3. Materi Bagaimanapun juga tidak semua pembelajaran bisa dilakukan dengan e-learning, misalnya pembelajaran yang berhubungan dengan fisik, misalkan materi olah raga, seni musik, lukis, ukir atau kriya, dan beberapa materi lain. Namun bisa digunakan untuk memberi dasar-dasar materi sebelum masuk kepraktek. Dari berbagai kelebihan dan kelemahan di atas diharapkan SMP Negeri 1 Karanganyar Kebumen mampu menerapkan e-learning sesuai dengan keadaan dan kemampuan maksimal. Sehingga e-learning bisa menjadi salah satu media dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan kinerja guru dan prestasi siswa.http://smpn1karanganyar.sch.id/berita-92-elearning-siapa-takut-.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar